Rabu, 17 Juli 2013

RAHASIA BESAR HAJAR ASWAD

Rahsia Besar HAJAR ASWAD Yang Tidak Pernah Kita Bayangkan Sebelumnya
1. Satu riwayat Sahih dinyatakan: “HajarAswad dan Makam Ibrahim berasal dari batu-batu ruby syurga yang kalaulah tidak kerana sentuhan dosa-dosa manusia akan dapat menyinari antara timur dan barat. Setiap orang sakit yang memegangnya akan sembuhdari sakitnya”
 Hajar Aswad dicium oleh berjuta-juta jemaah haji
Duhulunya batu Hajar Aswad itu putih bersih, tetapi akibat dicium oleh setiap orang yang datang menziarahi Ka’bah, ia menjadi hitam seperti terdapat sekarang. Wallahu a’alam.
2. “‘Barangsiapa menunaikan ibadah haji, dan ia tak berbuat rafats dan fasik, maka ia kembali (suci dan bersih) seperti anak manusia yang baru lahir dari perut ibunya.” (Muttafaqun alaihi).
3. Mencium hajar aswad pada masa menunaikan Haji Di Baitullah tidak dapat diwakilkan, Ia menjadi penyedut dosa tanpa kita sedari, alangkah beruntungnya orangyang boleh menyentuh, mengusap dan memegangnya.
Hadis Siti Aisyah RA mengatakan bahawa Rasul SAW bersabda:
“Nikmatilah (peganglah) Hajar Aswad ini sebelum diangkat (dari bumi). Ia berasal darisyurga dan setiap sesuatu yang keluar dari syurga akan kembali ke syurga sebelum kiamat”.
Akhir kata, Kita semua tahu jika Hajar Aswad hanyalah batu yang tidak memberikan mudarat atau manfaat, begitu juga dengan Ka’bah, ia hanyalah bangunan yang terbuatdari batu.
Ibadah haji yang dihadiri berjuta-juta umat Islam
Akan tetapi apa yang kita lakukan dalam proses ibadah haji tersebut lebih baik kita niatkan sekadar mengikuti ajaran dan sunnah Nabi SAW.
Umar bin Khatab pun juga pernah mengatakan “Aku tahu bahawa kau hanyalah batu, kalaulah bukan kerana aku melihat kekasihku Nabi SAW menciummu dan menyentuhmu, maka aku tidak akan menyentuhmu atau menciummu”
Jadi apa yang dikerjakan berjuta juta umat islam bukanlah menyembah Batu seperti yang banyak dituduhkan kaum yang kerdil sekali akalnya.
Kerana ada rahsia besar dibalik setiap perilaku Nabi Muhammad saw dan sebab tentu saja apa yang dilakukan oleh beliau pastilah berasal dari Allah, sebagaimana yang terdapat dalam firmanNya :
“Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemahuan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan”
(QS. An-Najm : 53)
Allaaahu Akbar, tiada tuhan lagi yang berhak disembah selain Allah dan MuhammadSaw adalah utusan Allah. Muhammad hanyalah seorang Rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul.
Mulai saat ini mari kita cuba berperilaku sebagaimana Nabi Muhammad, mencontohinya dalam segala tindak tanduk, makan, minum, berpakaian, hingga tidurnya. Sesungguhnya ada rahsia disebaliknya.

HAJAR ASWAD

Hajar Aswad adalah batu hitam yang terletak di sudut sebelah Tenggara Ka’bah, iaitu sudut dari mana Tawaf dimulai. Hajar Aswad merupakan jenis batu ‘Ruby’ yang diturunkan Allah dari syurga melalui malaikat Jibril. Hajar Aswad terdiri dari lapan keping yang terkumpul dan diikat dengan lingkaran perak.
Batu hitam itu sudah licin kerana terus menerus di kecup, dicium dan diusap-usap oleh jutaan malah milion manusia sejak Nabi Ibrahim a.s, iaitu jamaah yang datang keBaitullah, baik untuk haji mahu pun untuk tujuan Umrah.
Hadist Sahih riwayat Imam Bathaqie dan Ibnu ‘Abas RA, bahawa Rasul SAW bersabda:
“Allah akan membangkitkan Al-Hajar (Hajar Aswad) pada hari kiamat. Ia dapat melihat dan dapat berkata. Ia akan menjadi saksi terhadap orang yang pernah memegangnya dengan ikhlas dan benar”.
Hadis tersebut mengatakan bahawa disunatkan membaca doa ketika hendak istilam (mengusap) atau melambainya pada permulaan thawaf atau pada setiap putaran, sebagai mana, diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA. Artinya:
“Bahawa Nabi Muhammad SAW datang ke Ka’bah lalu diusapnya Hajar Aswad sambil membaca Bismillah Wallahu Akbar”.
Asal Usul Hajar Aswad
Ketika Nabi Ibrahim a.s bersama anaknya membina Ka’bah banyak kekurangan yang dialaminya. Pada mulanya Ka’bah itu tidak ada bumbung dan pintu masuk.
Nabi Ibrahim a.s bersama Nabi Ismail mahu membinanya dengan meninggikan bangunannya dan mengangkut batu dari berbagai gunung. setelah bangunan Ka’bah itu hampir selesai, ternyata Nabi Ibrahim masih merasa kekurangan seketul batu lagi untuk diletakkan di Kaabah.
Nabi Ibrahim berkata pada Nabi Ismail, “Pergilah engkau mencari seketul batu yang akan aku letakkan sebagai penanda bagi manusia.”
Kemudian Nabi Ismail a.s pun pergi dari satu bukit ke satu bukit untuk mencari batu yang baik dan sesuai. Ketika Nabi Ismail a.s sedang mencari batu di sebuah bukit, tiba-tiba datang malaikat Jibril a.s memberikan sebuah batu yang cantik.
Nabi Ismail dengan segera membawa batu itu kepada Nabi Ibrahim a.s. Nabi Ibrahima.s. merasa gembira melihat batu yang sungguh cantik itu, beliau menciumnya beberapa kali. Kemudian Nabi Ibrahim a.s bertanya, “Dari mana kamu dapat batu ini?”
Nabi Ismail berkata, “Batu ini kuterima dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril).”
Nabi Ibrahim mencium lagi batu itu dan diikuti oleh Nabi Ismail a.s. Sehingga sekarang Hajar Aswad itu dicium oleh orang-orang yang pergi ke Baitullah. Siapa saja yang bertawaf di Ka’bah disunnahkan mencium Hajar Aswad.

Minggu, 19 Juni 2011

Muslim Terbaik

Diriwayatkan dari Abu Musa
r.a. : ada beberapa orang
bertanya kepada Rasulullah
SAW,”siapakah muslim yang
paling baik?” Rasulullah SAW
menjawab, “muslim yang tidak
merugikan muslim lainnya
dengan lidah maupun dengan
kedua tangannya.”

Memberi Makan adalah Bagian dari Islam

Diriwayatkan dari Abdullah
bin Amr r.a. : seorang laki-laki
bertanyakepada Nabi Saw.
“apakah kebaikan dalam
Islam itu?” Nabi Saw.
Menjawab, “memberi makan
orang lain dan memberi salam
kepada orang yang kau kenal
maupun yang tidak kau
kenal.”

LARANGAN MENCERCA DAN MEMBUNUH MUSLIM

Diriwayatkan dari Abdullah
bin Mas’ud : Nabi Muhammad
Saw. Pernah
bersabda,”mencerca seorang
muslim adalah fusuk dan
membunuh seorang muslim
adalah kufr”.

Keutamaan menghadiri pemakaman

Diriwayatkan dari Abu
Hurairah r.a. : Rasulullah SAW
pernah bersabda,”orang
beriman yang menghadiri
pemakaman seorang muslim
dengan ikhlas dan berharap
memperoleh pahala Allah
SWT dan berada di sana
hingga ikut menshalatkannya
dan pemakaman diselesaikan,
ia akan pulang memperoleh
dua qirat. Masing-masing
ukurannya sebesar Gunung
Uhud. Sedangkan yang hadir
hanya sampai
menshalatkannya,
memperoleh satu qirat saja.”

Adab menemukan barang

Diriwayatkan dari Zaid bin
Khalid Al Juhani r.a. : seorang
laki-laki bertanya kepada Nabi
Muhammad Saw. Tentang
mengambil luqhata (benda
yang hilang). Nabi Muhammad
Saw. Menjawab, “ambil dan
perkenalkan dengan
mengikatnya dengan tali atau
masukkan kedalam wadah,
dan buatlah pengumuman
publik tentang hal itu selama
setahun, setelah itu
pergunakanlah tetapi
serahkanlah apabila
pemiliknya datang”, kemudian
orang itu bertanya tentang
seekor unta yang hilang. Pada
saat itu wajah Nabi
Muhammad Saw. Kelihatan
marah, atau (perawi
mengatakan) wajahnya
menjadi merah dan Nabi
Muhammad Saw. Bersabda,
“kau tidak boleh
menyentuhnya bahkan pun
ketika ia minum dari tempat
air mu, dan kakinya masuk
kedalamnya, dan memakan
dedaunan dari pohon-pohon
mu, biarkanlah hingga
pemiliknya datang
mengambilnya”. Kemudian
orang tersebut bertanya
kembali tentang kambing
yang hilang. Nabi Muhammad
Saw. Menjawab,”(kambing
tersebut) untukmu, atau untuk
saudara mu (orang lain), atau
untuk serigala”

Tidak Mempertunjukkan Kesalehan Seseorang

(Diriwayatkan dari Kharijah
bin Zaid bin Tsabit ) : Ummu al
Ala’ ra., seorang perempuan
Anshar yang memberikan
baiatnya kepada Nabi
Muhammad Saw berkata
kepadaku,“orang-orang yang
berhijrah masing-masing
diserahkan kepada kami
dengan cara diundi dan kami
mendapat bagian utsman bin
mazh’un. Kami
menempatkannya di rumah
kami. Di kemudian hari ia
menderita penyakit parah.
Ketika ia meninggal dunia dan
telah dimandikan serta
dikafani, Rasulullah Saw
datang dan aku berkata,
“semoga kasih sayang Allah
terlimpah kepadamu, wahai
abu al Sa’Ib ! aku bersaksi
bahwa Allah telah
memuliakanmu”, Nabi
Muhammad Saw bersabda,
“bagaimana anda tahu Allah
telah memuliakannya ?” aku
menjawab,”ya Rasulullah !
biarlah ayahku berkurban
untukmu. Kapada siapa lagi
Allah melimpahkan
kemuliaan-Nya?” Nabi
Muhammad Saw bersabda,”
sesungguhnya kematian telah
menjemputnya. Demi Allah,
akupun berharap kebaikan
untuknya, tetapi demi Allah,
meskipun aku utusan Allah,
aku tidak tahu apa yang akan
dilakukan Allah terhadapku””.
Semenjak itu ia (Kharijah)
tidak pernah lagi
mempertunjukkan kesalehan
seseorang”.

Kata kata yang baik sebagai sedekah

Diriwayatkan dari Adi bin
Hatim ra. : ketika aku sedang
duduk bersama Rasulullah
Saw, dua orang laki-laki
menemui Rasulullah Saw ;
salah seorang dari mereka
mengeluhkan kemiskinan dan
yang lainnya mengeluhkan
mewabahnya perampokan.
Rasulullah Saw bersabda,
“mengenai pencurian dan
perampokan, dalam waktu
dekat akan ada sebuah kafilah
yang menuju Makkah (dari
Madinah) tanpa pengawal.
Dan mengenai kemiskinan,
hari kiamat tidak akan datang
hingga salah seorang dari
kalian berkeliling untuk
menyedekahkan kekayaannya
dan tidak akan menemukan
seorangpun yang
menerimanya. Dan salah
seorang dari kalian akan
berdiri di hadapan Allah tanpa
penghalang atau pun
penterjemah, dan Allah akan
bertanya kepadanya,
‘bukankah telah Kuberikan
kekayaan kepadamu?’ ia akan
menjawab membenarkan.lebih
jauh Allah akan bertanya
kepadanya,‘bukankah telah
Ku kirimkan seorang Rasul
kepadamu?’. Ia akan
menjawab dengan
membenarkan. Kemudian ia
akan melihat ke sebelah
kanannya dan yang ia lihat api
neraka, dan ketika ia melihat
ke arah kirinya yang ia lihat
api neraka. Maka
selamatkanlah diri kalian dari
api neraka, meskipun dengan
memberikan separuh kurma
(sebagai sedekah). Dan
seandainya kalian tidak
memilki separuh kurma pun
(sebagai sedekah) maka
bicaralah dengan kata-kata
yang menyenangkan.”

Anak perempuan sebagai perisai api neraka

Diriwayatkan dari Aisyah ra. :
seorang ibu bersama dua
orang anak perempuannya
menemuiku untuk meminta
(sedekah), namun ia tidak
menemukan apa pun padaku
kecuali sebuah kurma yang
kuberikan kepadanya dan ia
bagi dua untuk anak-anaknya,
sedangkan ia sendiri tidak
memakannya, setelah itu ia
pun bangun dan pergi.
Kemudian Nabi Muhammad
Saw menemuiku dan
kuberitahukan kejadian itu
kepadanya. Nabi Muhammad
Saw bersabda,“siapa pun
yang diuji dengan anak-anak
perempuannya dan ia
menyenangkan mereka
dengan kebajikan maka anak-
anak perempuannya akan
menjadi perisai mereka dari
api neraka”.

Jika Diberi Sesuatu Tanpa Meminta, Ambillah..

Diriwayatkan dari Umar bin Al
Khatthab ra. : Rasulullah Saw
memberi sesuatu kepadaku
tetapi aku berkata kepadanya,
“maukah kau memberikannya
kepada yang lebih miskin dan
lebih membutuhkan
daripadaku?”. Nabi
Muhammad Saw bersabda
kepadaku,“ambillah, jika kau
diberi sesuatu dari kekayaan
ini tanpa meminta atau loba
terhadapnya, ambillah; dan
jika tidak diberikan, jangan
bersikeras untuknya”.

Berhaji Atas Nama Orang Tua dan Larangan Saling Memandang Lawan Jenis

Diriwayatkan dari Abdullah
bin Abbas ra. : Al Fadhl
(saudara lelakinya)
membonceng di belakang
Rasulullah Saw dan seorang
perempuan dari suku
Khats’am datang, Al Fadhl dan
perempuang itu saling
memandang. Nabi Muhammad
Saw memalingkan wajah Al
Fadhl kearah yang lain.
Perempuan itu berkata,“ya
Rasulullah, ibadah haji
diwajibkan Allah kepada para
hamba-Nya dan ayahku telah
tua dan lemah dan tidak dapat
duduk tegap di atas kudanya,
bolehkah aku melaksanakan
ibadah haji atas namanya?”
Nabi Muhammad Saw
menjawab,“ya, kau
diperbolehkan”. Peristiwa itu
terjadi pada Haji Wada’ (Haji
Penghabisan Nabi Saw).

Etika Berdagang dan Larangan Menjadi Perempuan Penyebab Perceraian

diriwayatkan dari Abu
Hurairah ra. : Rasulullah Saw
melarang menjual barang
penghuni kota atas nama
penghuni padang pasir,
demikian pula dengan najsh.
dan seseorang tidak boleh
menganjurkan kepada
pembeli yang telah mencapai
kesepakatan dengan penjual
lainnya untuk membatalkan
kesepakatan tersebut, supaya
ia beralih kepadanya dengan
membeli barang
dagangannya; demikian pula
seseorang tidak boleh
meminang seorang gadis yang
telah dipinang orang lain; dan
seorang perempuan dilarang
menjadi penyebab
diceraikannya perempuan
yang lain dengan maksud
menggantikan tempatnya.

Larangan dan adab duduk di jalanan

diriwayatkan dari Abu Sa'id Al
Khudri ra. : Nabi Muhammad
Saw pernah bersabda, "hati-
hati ! jangan duduk di
jalanan". orang-orang
berkata,"tidak ada jalan lain.
itulah tempat kami duduk dan
berbincang-bincang". Nabi
Muhammad Saw bersabda,
"jika kalian duduk disitu,
berikanlah hak-hak jalan".
mereka bertanya, "apakah
hak-hak jalan itu?" Nabi
Muhammad Saw bersabda,
"merendahkan pandanganmu,
tidak menyerang orang lain,
membalas salam,
memerintahkan al ma'ruf, dan
melarang al munkar",

Keutamaan Tetangga

diriwayatkan dari Abu Rafi'
ra. : budak Nabi Muhammad
Saw yang telah dimerdekakan,
bahwa ia menemui Sa'd bin
Abi Waqqash untuk membeli
darinya (dua) bilik yang
berada di rumahnya. Sa'd
berkata, "demi Allah, aku
tidak akan membayar lebih
dari empat ribu (dirham)
dengan cara mengangsur".
Abu Rafi' berkata, "aku telah
ditawar sebanyak lima ratus
dinar (untuk bilik itu) dan jika
saja aku tidak pernah
mendengar Rasulullah Saw
bersabda, "karena
kedekatannya, tetangga lebih
memiliki hak dibandingkan
orang lain" aku tidak akan
memberikan bilik itu
kepadamu untuk empat ribu
(dirham) padahal aku telah
ditawar (orang lain) lima ratus
dinar untuk kedua bilik itu".
maka ia pun menjualnya
kepada Sa'd.

Tetangga Yang Terdekat Pintunya Lebih Utama

diriwayatkan dari Aisyah ra. :
aku berkata, "wahai
Rasulullah ! aku mempunyai
dua tetangga, dan aku ingin
tahu, siapa diantara mereka
yang (lebih berhak) untuk ku
beri hadiah". Nabi Muhammad
Saw menjawab, "orang yang
pintunya lebih dekat
denganmu".

Adalah Kezaliman ; Orang Kaya Yang Menangguhkan Membayar Utang

diriwayatkan dari Abu
Hurairah ra. : Nabi
Muhammad Saw pernah
bersabda, "penangguhan
pembayaran utang oleh orang
kaya adalah kezaliman.
karenanya, apabila utangmu
dialihkan darimu kepada
orang kaya, maka kamu harus
menyetujuinya".

Pahala memberi makan dan minum makhluk hidup

diriwayatkan dari Abu
Hurairah ra. : Rasulullah Saw
pernah bersabda, "suatu
ketika seorang lelaki yang
melakukan perjalanan sangat
kehausan. ia turun ke sebuah
sumur, lalu minum air dari
situ. pada saat ia keluar dari
tempat itu, ia melihat seekor
anjing menjilati lumpur karena
rasa haus yang menyengat.
laki-laki itu berkata, ' (anjing)
ini sengsara karena persoalan
yang sama denganku'. lalu ia
(turun kembali ke dalam
sumur), mengisi sepatunya
dengan air, menggigitnya
dengan giginya, dan memanjat
dinding sumur, kemudian
memberinya minum dengan
air itu. Allah berterima kasih
atas perbuatan (baiknya) dan
memaafkannya".
orang-orang berkata, "ya
Rasulullah, apakah kami
diberi pahala bila melayani
hewan?"
Nabi Muhammad Saw
menjawab, "ya, melayani
keperluan mahluk hidup
memperoleh pahala".

Cara berbicara Nabi

diriwayatkan dari Aisyah ra. :
Nabi Saw selalu berbicara
dengan terang dan jelas
sehingga seandainya
seseorang ingin menghitung
kata-kata yang diucapkannya,
maka ia dapat
menghitungnya.
diriwayatkan dari Aisyah ra. :
"Rasulullah Saw tidak pernah
berbicara cepat dan terburu-
buru atau samar-samar
seperti kalian".

Pedoman Agama Islam

Sumber ajaran Islam ada 2: Al
Qur’an dan Hadits.Itulah
pedoman bagi ummat Islam
agar tidak tersesat. Nabi
berkata: “Aku telah
meninggalkan pada kamu dua
hal. Kitab Allah dan sunnahku,
kamu tidakakan sesat selama
berpegang padanya. (Riwayat
Tirmidzi)