Diriwayatkan dari Ibn Abbas
r.a. : Nabi Muhammad Saw.
Pernah bersabda, “Neraka
diperlihatkan kepadaku dan
sebagian besar penghuninya
adalah perempuan kafir”. Ada
seseorang yang
bertanya,”apakah mereka
kafir terhadap Allah (atau
apakah mereka tidak
bersyukur kepada Allah)?”
Nabi Muhammad Saw.
Menjawab, “mereka kafir
(tidak berterima kasih)
kepada suaminya, dan (kafir
atas) perbuatan baik yang
dilakukan oleh suaminya.
Seandainya masa tertentu
kalian selalu berbuat baik
kepada salah seorang dari
mereka dan kemudian ia
melihat sesuatu dalam dirimu
(yang tidak disukainya), ia
akan berkata,”kau sama
sekali tidak pernah berbuat
baik kepadaku.
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label keluarga. Tampilkan semua postingan
Senin, 16 Mei 2011
MENGHORMATI PEMBANTU
Diriwayatkan dari Abu Dzar
r.a. : aku mencerca seseorang
dengan memanggil ibunya
dengan sapaan yang buruk.
Nabi Muhammad Saw.
Bersabda kepada ku,”Wahai
Abu Dzar! Apakah kau
mencaci maki seseorang
dengan menyeru ibunya
dengan sapaan yang buruk?
Dalam dirimu masih tertinggal
sifat-sifat jahiliyah. Pembantu-
pembantumu (budak-
budakmu) adalah juga
saudara-saudaramu (seiman)
dan Allah menempatkan
mereka di bawah perintahmu.
Jadi siapapun yang saudaranya
dibawah perintahnya harus
diberi makanan yang sama
dengan yang ia makan dan
diberi pakaian yang sama
dengan yang ia pakai. Jangan
suruh mereka mengerjakan
pekerjaan diluar
kemampuannya dan apabila
kamu terpaksa
melakukannya, bantulah
mereka.”
r.a. : aku mencerca seseorang
dengan memanggil ibunya
dengan sapaan yang buruk.
Nabi Muhammad Saw.
Bersabda kepada ku,”Wahai
Abu Dzar! Apakah kau
mencaci maki seseorang
dengan menyeru ibunya
dengan sapaan yang buruk?
Dalam dirimu masih tertinggal
sifat-sifat jahiliyah. Pembantu-
pembantumu (budak-
budakmu) adalah juga
saudara-saudaramu (seiman)
dan Allah menempatkan
mereka di bawah perintahmu.
Jadi siapapun yang saudaranya
dibawah perintahnya harus
diberi makanan yang sama
dengan yang ia makan dan
diberi pakaian yang sama
dengan yang ia pakai. Jangan
suruh mereka mengerjakan
pekerjaan diluar
kemampuannya dan apabila
kamu terpaksa
melakukannya, bantulah
mereka.”
MEMBERIKAN HARTA WARIS YANG CUKUP UNTUK AHLI WARIS
Diriwayatkan dari Sa’d bin Abi
Waqqash ra. : pada tahun Haji
penghabisan (wada’) Nabi
Muhammad Saw, aku
mengalami sakit parah dan
Nabi Muhammad Saw
mengunjungiku seraya
mendoakan kesehatanku. Aku
berkata kepada Nabi
Muhammad Saw, “aku lemah
karena sakitku yang parah ini
padahal aku kaya dan aku
tidak punya ahli waris kecuali
seorang anak perempuan.
Haruskah aku menyedekahkan
2/3 kekayaanku?”
Nabi Muhammad Saw
bersabda,“tidak”. Aku
berkata, “setengah?” Nabi
Muhammad Saw bersabda,
“tidak”. Kemudian Nabi
Muhammad Saw bersabda,
“1/3. bahkan 1/3 telah cukup
banyak. Lebih baik kamu
meninggalkan ahli warismu
dalam keadaan berkecukupan
daripada meninggalkan
mereka dalam keadaan
miskin, mengemis kepada
orang lain. Kau akan
memperoleh pahala dari
sedekah yang dikeluarkan
dengan niat karena Allah,
bahkan untuk yang kau
suapkan dalam mulut
istrimu”.
Aku berkata, “ya Rasulullah,
apakah aku akan sendirian
ketika para sahabatku telah
pergi?”. Nabi Muhammad Saw
bersabda, “jika kamu
ditinggalkan, apapun yang kau
kerjakan akan mengangkatmu
ke tempat yang tinggi. Dan
mungkin saja kau akan
berumur panjang hingga
(datang suatu saat ketika)
sebagian orang mengambil
keuntungan darimu dan
sebagian yang lain mengambil
kemudaratan darimu. Ya
Allah, lengkapkan hijrah para
sahabatku dan jangan biarkan
mereka berpaling”.
Dan Rasulullah Saw merasa
sedih dengan meninggalnya
Sa’d bin Khaulah yang miskin
di Makkah. (sedangkan
sepeninggal Nabi Muhammad
Saw, Sa’d bin Abi Waqqash
hidup dengan umur yang
panjang).
Waqqash ra. : pada tahun Haji
penghabisan (wada’) Nabi
Muhammad Saw, aku
mengalami sakit parah dan
Nabi Muhammad Saw
mengunjungiku seraya
mendoakan kesehatanku. Aku
berkata kepada Nabi
Muhammad Saw, “aku lemah
karena sakitku yang parah ini
padahal aku kaya dan aku
tidak punya ahli waris kecuali
seorang anak perempuan.
Haruskah aku menyedekahkan
2/3 kekayaanku?”
Nabi Muhammad Saw
bersabda,“tidak”. Aku
berkata, “setengah?” Nabi
Muhammad Saw bersabda,
“tidak”. Kemudian Nabi
Muhammad Saw bersabda,
“1/3. bahkan 1/3 telah cukup
banyak. Lebih baik kamu
meninggalkan ahli warismu
dalam keadaan berkecukupan
daripada meninggalkan
mereka dalam keadaan
miskin, mengemis kepada
orang lain. Kau akan
memperoleh pahala dari
sedekah yang dikeluarkan
dengan niat karena Allah,
bahkan untuk yang kau
suapkan dalam mulut
istrimu”.
Aku berkata, “ya Rasulullah,
apakah aku akan sendirian
ketika para sahabatku telah
pergi?”. Nabi Muhammad Saw
bersabda, “jika kamu
ditinggalkan, apapun yang kau
kerjakan akan mengangkatmu
ke tempat yang tinggi. Dan
mungkin saja kau akan
berumur panjang hingga
(datang suatu saat ketika)
sebagian orang mengambil
keuntungan darimu dan
sebagian yang lain mengambil
kemudaratan darimu. Ya
Allah, lengkapkan hijrah para
sahabatku dan jangan biarkan
mereka berpaling”.
Dan Rasulullah Saw merasa
sedih dengan meninggalnya
Sa’d bin Khaulah yang miskin
di Makkah. (sedangkan
sepeninggal Nabi Muhammad
Saw, Sa’d bin Abi Waqqash
hidup dengan umur yang
panjang).
KEUTAMAAN SABAR DALAM MENGHADAPI KEMATIAN ANAK
Diriwayatkan dari Anas (bin
Malik) ra. : salah seorang
anak Abu Thalhah sakit dan
meninggal dunia. Pada saat itu
Abu Thalhah sedang tidak
berada di rumahnya. Ketika
istrinya melihat anaknya telah
meninggal, ia mengurusnya
(memandikan dan
mengkafaninya) dan
membaringkannya di sebuah
tempat di rumahnya. Ketika
Abu Thalhah tiba, ia bertanya,
“bagaimana si buyung?”
istrinya menjawab, “ia telah
tenang dan aku berharap ia
menemukan kedamaian”.
(Abu Thalhah) melewatkan
malam itu dan pagi harinya ia
pun mandi. Ketika ia bersiap
untuk pergi, istrinya
memberitahu dia bahwa
anaknya telah meninggal. Abu
Thalhah shalat subuh bersama
Rasulullah Saw dan
memberitahu apa yang terjadi
pada mereka berdua.
Rasulullah Saw bersabda,
“semoga Allah memberi
barakah pada malam kalian
berdua”. (Sufyan berkata)
bahwa seorang lelaki dari
suku Anshar berkata,
“mereka (Abu Thalhah dan
istrinya) dikaruniai sembilan
anak laki-laki dan semuanya
hafal Al Quran”.
Malik) ra. : salah seorang
anak Abu Thalhah sakit dan
meninggal dunia. Pada saat itu
Abu Thalhah sedang tidak
berada di rumahnya. Ketika
istrinya melihat anaknya telah
meninggal, ia mengurusnya
(memandikan dan
mengkafaninya) dan
membaringkannya di sebuah
tempat di rumahnya. Ketika
Abu Thalhah tiba, ia bertanya,
“bagaimana si buyung?”
istrinya menjawab, “ia telah
tenang dan aku berharap ia
menemukan kedamaian”.
(Abu Thalhah) melewatkan
malam itu dan pagi harinya ia
pun mandi. Ketika ia bersiap
untuk pergi, istrinya
memberitahu dia bahwa
anaknya telah meninggal. Abu
Thalhah shalat subuh bersama
Rasulullah Saw dan
memberitahu apa yang terjadi
pada mereka berdua.
Rasulullah Saw bersabda,
“semoga Allah memberi
barakah pada malam kalian
berdua”. (Sufyan berkata)
bahwa seorang lelaki dari
suku Anshar berkata,
“mereka (Abu Thalhah dan
istrinya) dikaruniai sembilan
anak laki-laki dan semuanya
hafal Al Quran”.
SETIAP ANAK LAHIR DALAM KEADAAN FITRAH
Diriwayatkan dari Abu
Hurairah ra. : Nabi
Muhammad Saw pernah
bersabda,“setiap anak
dilahirkan dalam keadaan
fitrah (tidak
mempersekutukan Allah)
tetapi orang tuanya lah yang
menjadikan dia seorang
yahudi atau nasrani atau
majusi sebagaimana seekor
hewan melahirkan seekor
hewan yang sempurna.
Apakah kau melihatnya
buntung?” kemudian Abu
Hurairah membacakan ayat-
ayat suci ini:(tetaplah atas)
fitrah Allah yang menciptakan
manusia menurut fitrah itu.
(Hukum-hukum) ciptaan Allah
tidak dapat diubah. Itulah
agama yang benar. Tapi
sebagian besar manusia tidak
mengetahui (QS Ar Rum
[30]:30)
Hurairah ra. : Nabi
Muhammad Saw pernah
bersabda,“setiap anak
dilahirkan dalam keadaan
fitrah (tidak
mempersekutukan Allah)
tetapi orang tuanya lah yang
menjadikan dia seorang
yahudi atau nasrani atau
majusi sebagaimana seekor
hewan melahirkan seekor
hewan yang sempurna.
Apakah kau melihatnya
buntung?” kemudian Abu
Hurairah membacakan ayat-
ayat suci ini:(tetaplah atas)
fitrah Allah yang menciptakan
manusia menurut fitrah itu.
(Hukum-hukum) ciptaan Allah
tidak dapat diubah. Itulah
agama yang benar. Tapi
sebagian besar manusia tidak
mengetahui (QS Ar Rum
[30]:30)
SETIAP ANAK LAHIR DALAM KEADAAN FITRAH
Diriwayatkan dari Abu
Hurairah ra. : Nabi
Muhammad Saw pernah
bersabda,“setiap anak
dilahirkan dalam keadaan
fitrah (tidak
mempersekutukan Allah)
tetapi orang tuanya lah yang
menjadikan dia seorang
yahudi atau nasrani atau
majusi sebagaimana seekor
hewan melahirkan seekor
hewan yang sempurna.
Apakah kau melihatnya
buntung?” kemudian Abu
Hurairah membacakan ayat-
ayat suci ini:(tetaplah atas)
fitrah Allah yang menciptakan
manusia menurut fitrah itu.
(Hukum-hukum) ciptaan Allah
tidak dapat diubah. Itulah
agama yang benar. Tapi
sebagian besar manusia tidak
mengetahui (QS Ar Rum
[30]:30)
Hurairah ra. : Nabi
Muhammad Saw pernah
bersabda,“setiap anak
dilahirkan dalam keadaan
fitrah (tidak
mempersekutukan Allah)
tetapi orang tuanya lah yang
menjadikan dia seorang
yahudi atau nasrani atau
majusi sebagaimana seekor
hewan melahirkan seekor
hewan yang sempurna.
Apakah kau melihatnya
buntung?” kemudian Abu
Hurairah membacakan ayat-
ayat suci ini:(tetaplah atas)
fitrah Allah yang menciptakan
manusia menurut fitrah itu.
(Hukum-hukum) ciptaan Allah
tidak dapat diubah. Itulah
agama yang benar. Tapi
sebagian besar manusia tidak
mengetahui (QS Ar Rum
[30]:30)
PAHALA SEDEKAH UNTUK YANG MENINGGAL
Diriwayatkan dari Aisyah ra. :
seorang lelaki berkata kepada
Nabi Muhammad Saw,“ibuku
meninggal tiba-tiba dan aku
berpikir jika ia masih hidup ia
akan memberikan sedekah.
Apabila sekarang aku akan
memberikan sedekah atas
namanya, apakah ia akan
memperoleh pahala?” Nabi
Muhammad Saw memberikan
jawaban yang membenarkan.
seorang lelaki berkata kepada
Nabi Muhammad Saw,“ibuku
meninggal tiba-tiba dan aku
berpikir jika ia masih hidup ia
akan memberikan sedekah.
Apabila sekarang aku akan
memberikan sedekah atas
namanya, apakah ia akan
memperoleh pahala?” Nabi
Muhammad Saw memberikan
jawaban yang membenarkan.
ANAK PEREMPUAN SEBAGAI PERISAI API NERAKA
Diriwayatkan dari Aisyah ra. :
seorang ibu bersama dua
orang anak perempuannya
menemuiku untuk meminta
(sedekah), namun ia tidak
menemukan apa pun padaku
kecuali sebuah kurma yang
kuberikan kepadanya dan ia
bagi dua untuk anak-anaknya,
sedangkan ia sendiri tidak
memakannya, setelah itu ia
pun bangun dan pergi.
Kemudian Nabi Muhammad
Saw menemuiku dan
kuberitahukan kejadian itu
kepadanya. Nabi Muhammad
Saw bersabda,“siapa pun
yang diuji dengan anak-anak
perempuannya dan ia
menyenangkan mereka
dengan kebajikan maka anak-
anak perempuannya akan
menjadi perisai mereka dari
api neraka”.
seorang ibu bersama dua
orang anak perempuannya
menemuiku untuk meminta
(sedekah), namun ia tidak
menemukan apa pun padaku
kecuali sebuah kurma yang
kuberikan kepadanya dan ia
bagi dua untuk anak-anaknya,
sedangkan ia sendiri tidak
memakannya, setelah itu ia
pun bangun dan pergi.
Kemudian Nabi Muhammad
Saw menemuiku dan
kuberitahukan kejadian itu
kepadanya. Nabi Muhammad
Saw bersabda,“siapa pun
yang diuji dengan anak-anak
perempuannya dan ia
menyenangkan mereka
dengan kebajikan maka anak-
anak perempuannya akan
menjadi perisai mereka dari
api neraka”.
SEDEKAH KEPADA KELUARGA
Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al
Khudri ra : suatu ketika pada
hari raya Rasulullah Saw pergi
ke Mushalla (ruang atau
lapangan yang difungsikan
sebagai tempat shalat).
Kemudian Nabi Muhammad
Saw pulang, ketika Nabi
Muhammad Saw sampai di
rumahnya , Zainab, istri Ibn
Mas’ud meminta izin untuk
masuk. Ia berkata, “ya
Rasulullah, inilah Zainab”.
Nabi Muhammad Saw
bertanya,”Zainab yang
mana?” ia menjawab bahwa ia
istri Ibn Mas’ud. Nabi
Muhammad Saw
bersabda,”baiklah, silakan
masuk”. Ia pun masuk dan
berkata, “ya Rasulullah, hari
ini anda memerintahkan kami
untuk mengeluarkan sedekah
dan aku memiliki sebuah
perhiasan yang kuniatkan
akan kuberikan sebagai
sedekah tetapi Ibn Mas’ud
berkata bahwa ia dan anak-
anaknya lebih berhak
mendapatkannya ketimbang
orang lain.” Nabi Muhammad
Saw bersabda, “apa yang
dikatakan Ibn Mas’ud benar.
Suami dan anak-anak mu lebih
berhak memperolehnya
daripada orang lain”.
Khudri ra : suatu ketika pada
hari raya Rasulullah Saw pergi
ke Mushalla (ruang atau
lapangan yang difungsikan
sebagai tempat shalat).
Kemudian Nabi Muhammad
Saw pulang, ketika Nabi
Muhammad Saw sampai di
rumahnya , Zainab, istri Ibn
Mas’ud meminta izin untuk
masuk. Ia berkata, “ya
Rasulullah, inilah Zainab”.
Nabi Muhammad Saw
bertanya,”Zainab yang
mana?” ia menjawab bahwa ia
istri Ibn Mas’ud. Nabi
Muhammad Saw
bersabda,”baiklah, silakan
masuk”. Ia pun masuk dan
berkata, “ya Rasulullah, hari
ini anda memerintahkan kami
untuk mengeluarkan sedekah
dan aku memiliki sebuah
perhiasan yang kuniatkan
akan kuberikan sebagai
sedekah tetapi Ibn Mas’ud
berkata bahwa ia dan anak-
anaknya lebih berhak
mendapatkannya ketimbang
orang lain.” Nabi Muhammad
Saw bersabda, “apa yang
dikatakan Ibn Mas’ud benar.
Suami dan anak-anak mu lebih
berhak memperolehnya
daripada orang lain”.
RAHASIA BANYAK REJEKI DAN PANJANG UMUR
Diriwayatkan dari Anas bin
Malik ra. : aku pernah
mendengar Rasulullah Saw
bersabda,“siapa pun yang
ingin memperbanyak rejekinya
dan berumur panjang, harus
bersilaturahim dengan sanak
kerabat”.
Malik ra. : aku pernah
mendengar Rasulullah Saw
bersabda,“siapa pun yang
ingin memperbanyak rejekinya
dan berumur panjang, harus
bersilaturahim dengan sanak
kerabat”.
MENGAMBIL UANG DARI SUAMI YANG KIKIR
diriwayatkan dari Aisyah ra. :
Hindun, ibu Muawiyah,
berkata kepada Rasulullah
Saw, "Abu Sufyan (suaminya)
adalah orang kikir. bolehkah
aku mengambil uangnya
secara sembunyi-sembunyi?"
Nabi Muhammad Saw
bersabda kepadanya, "kamu
dan anak-anakmu boleh
mengambil apa yang cukup,
adil dan masuk akal."
Hindun, ibu Muawiyah,
berkata kepada Rasulullah
Saw, "Abu Sufyan (suaminya)
adalah orang kikir. bolehkah
aku mengambil uangnya
secara sembunyi-sembunyi?"
Nabi Muhammad Saw
bersabda kepadanya, "kamu
dan anak-anakmu boleh
mengambil apa yang cukup,
adil dan masuk akal."
Langganan:
Komentar (Atom)