Tampilkan postingan dengan label siksa kubur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label siksa kubur. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Mei 2011

SEBAB SIKSA KUBUR

Diriwayatkan dari Ibn Abbas
r.a. : pada suatu hari ketika
Rasulullah SAW tengah
berjalan melintasi hiythan
(pekuburan) di Madinah atau
Makkah, beliau mendengar
suara kesakitan dua orang
yang sedang mengalami siksa
kubur. Nabi Muhammad Saw.
Bersabda,”dua orang ini
disiksa karena melakukan
dosa besar”. Nabi Muhammad
Saw. Menambahkan,”benar !
(mereka disiksa karena satu
dosa besar). Yang seorang
tidak membersihkan dirinya
dari kotoran air kencing,
sementara yang lainnya
karena suka memfitnah”. Nabi
Muhammad Saw. Kemudian
meminta sebatang ranting
hijau (dari sebuah pohon
kurma), mematahkannya
(menjadi dua bagian) dan
menyimpannya masing-masing
satu patahan di atas kedua
kuburan itu. Ketika sahabat-
sahabatnya bertanya kenapa
Nabi Muhammad Saw.
Melakukan hal itu, Nabi
Muhammad Saw. Menjawab,
“aku berharap barangkali
dapat mengurangi siksaan
mereka hingga dua batang
ranting itu kering”

PERISTIWA DI ALAM KUBUR

Diriwayatkan dari Anas ra. :
Nabi Muhammad Saw pernah
bersabda,“ketika manusia
berbaring di dalam kuburnya
dan para sahabatnya pulang,
ia mendengar langkah kaki
mereka. Dua malaikat datang
kepadanya, menyuruhnya
duduk dan bertanya
kepadanya; apa yang pernah
kau katakan tentang
Muhammad Saw ? ia akan
berkata: aku bersaksi bahwa
Ia adalah hamba Allah dan
Rasul-Nya. Kemudian akan
dikatakan padanya, “lihatlah
tempatmu di neraka, Allah
telah menukarnya dengan
dengan sebuah tempat di
surga karena itu”. Kemudian
Nabi Muhammad Saw
menambahkan,“orang itu
akan melihat kedua tempat
itu. Tetapi orang kafir atau
munafik akan berkata kepada
dua malaikat itu,“aku tidak
tahu, tetapi aku mengatakan
apa yang dikatakan orang-
orang!”. Akan dikatakan
kepadanya, “kau tidak tahu
tetapi kau tidak mengambil
petunjuk (dengan mengikuti Al
Quran). Kemudian ia akan
dipukuli dengan palu besi di
antara dua telinga nya, ia
akan menjerit dan jeritannya
terdengar oleh apa pun yang
ada di dekatnya, kecuali
manusia dan jin.”

PERKATAAN YANG TEGUH DI ALAM KUBUR

Diriwayatkan dari Al Bara’ bi
Azib ra. : Nabi Muhammad
Saw pernah bersabda,“ketika
orang yang beriman
didudukkan di dalam
kuburnya, para malaikat pun
menemuinya dan ia bersaksi
bahwa tidak ada Tuhan selain
Allah dan Muhammad adalah
Rasul Allah”. Hal itu sesuai
dengan firman Allah: Allah
menguatkan orang-orang yang
beriman dengan perkataan
yang teguh…(QS Ibrahim
[14]:27)

ORANG NON MUSLIM DIAZAB SEJAK DI ALAM KUBUR

Diriwayatkan dari Abu Ayyub
ra. : suatu ketika Rasulullah
Saw keluar setelah matahari
terbenam dan mendengar
sebuah suara (yang
mengerikan) dan berkata,
“orang-orang yahudi sedang
diazab di kuburan mereka”.

Selalu Berdoa Mohon Perlindungan Dari Azab dan Fitnah

Diriwayatkan dari Abu
Hurairah ra. : Rasulullah Saw
selalu berdoa kepada Allah:
“ya Allah ! aku berlindung
kepada-Mu dari azab kubur,
azab neraka, fitnah hidup,
fitnah mati, dan dari fitnah
Dajjal”.

DIPERLIHATKAN SURGA ATAU NERAKA KETIKA DI ALAM KUBUR

Diriwayatkan dari Abdullah
bin Umar : Rasulullah Saw
pernah bersabda,“ketika
salah seorang dari kalian
meninggal, akan diperlihatkan
kepadanya tempatnya pada
pagi dan dan sore hari.
Apabila ia termasuk salah
seorang penghuni surga, akan
diperlihatkan surga
kepadanya. Dan apabila ia
termasuk penghuni neraka,
akan diperlihatkan neraka
kepadanya. Kemudian
dikatakan kepadanya,“inilah
tempatmu kelak ketika Allah
menghidupkanmu kembali di
hari kiamat””.

TENTANG SURGA DAN NERAKA

Diriwayatkan dari Samurah bin
Jundab : setiap kali Rasulullah
Saw menyelesaikan shalat
(subuh), Nabi Muhammad Saw
menghadapkan wajahnya
kepada kami dan bertanya,
“siapa diantara kalian yang
bermimpi tadi malam?” maka
orang yang bermimpi malam
itu akan menceritakannya.
Nabi Muhammad Saw akan
mengatakan,“Masya’ Allah”.
Pada suatu hari Nabi
Muhammad Saw bertanya
apakah ada salah seorang dari
kami yang melihat sesuatu di
dalam mimpinya. Kami
menjawab tidak, Nabi
Muhammad Saw bersabda,
“tetapi tadi malam aku telah
melihat (dalam mimpi) dua
orang laki-laki menemuiku,
menjabat tanganku dan
membawaku ke Tanah Suci.
Disana, aku melihat seseorang
tengah duduk dan yang
lainnya berdiri memegang
sebuah pengait besi dan
menekannya ke mulut orang
yang disebut pertama hingga
mengenai tulang rahangnya,
merobek pipinya yang
sebelah, dan pipinya yang
sebelah lagi; pada saat yang
bersamaan pipinya yang
sebelah telah normal kembali.
Begitulah hal itu dilakukan
berulang kali.
Aku berkata, “apa ini?”
mereka berkata agar
meneruskan perjalanan
hingga kami melihat seorang
laki-laki yang berbaring dalam
posisi meniarap, dan lelaki
lain berdiri di atas kepalanya
membawa sebuah batu atau
kepingan karang,
meremukkan kepala orang
yang disebut pertama, dengan
batu itu. Setiap kali ia
memukul kepala orang itu,
batu itu menggelinding. Ia
mengambil batu itu dan ketika
kembali, kepala orang yang
telah hancur itu telah normal
kembali dan ia kembali
menghancurkan kepala orang
itu (dan begitu seterusnya).
Aku berkata,”siapa (apa) ini?”
Mereka mengatakan
kepadaku agar meneruskan
perjalanan; maka kami pun
meneruskan perjalanan
hingga melewati sebuah
lubang mirip sebuah tungku,
yang atasnya sempit dan
bawahnya lebar, dan api
berkobar-kobar di bawah
lubang itu. Setiap kali nyala
api membesar orang-orang
terangkat ke atas seakan-
akan mereka hendak
terlontar dari sana, dan setiap
kali nyala api menjadi lebih
tenang, orang-orang jatuh
kebawahnya. Orang-orang itu
terdiri dari laki-laki dan
perempuan yang telanjang.
Aku berkata,“siapa (apa)
ini?”
Mereka mengatakan
kepadaku agar meneruskan
perjalanan. Maka kami pun
meneruskan perjalanan
hingga tiba di sebuah sungai
darah dan seorang laki-laki
berkubang di dalamnya.
Seorang laki-laki lain (berdiri
di pinggir sungai) dengan
sejumlah batu di depannya,
laki-laki ini menyerang orang
yang disebut pertama. Setiap
kali orang yang berada di
dalam sungai ingin keluar dari
sana, laki-laki ini
melemparkan sebuah batu ke
mulutnya sehingga
menyebabkan ia terjerembab
ke tempatnya semula. Aku
berkata,“siapa (apa) ini?”
Mereka mengatakan
kepadaku agar meneruskan
perjalanan, maka kamipun
meneruskan perjalanan
hingga tiba di sebuah kebun
hijau lebat yang elok dan di
dalamnya terdapat sebuah
pohon yang luar biasa
besarnya. Di bawah pohon itu
duduk seorang lelaki tua
dengan sejumlah anak. Aku
melihat lelaki lain dengan api
di depannya dan ia
mengobarkannya.
Kemudian mereka (dua
sahabatku) membawaku
memanjat pohon itu dan
membawaku masuk ke sebuah
rumah yang paling indah yang
pernah ku lihat. Di dalamnya
terdapat sejumlah orang tua
dan anak muda, perempuan
dan anak-anak.
Kemudian mereka
membawaku keluar dari
rumah itu lalu membawaku
memanjat pohon itu lebih
tinggi dan membawaku masuk
ke sebuah rumah yang lain
yang lebih elok dan lebih
indah dari sebelumnya yang
berisi orang-orang tua dan
orang-orang muda.
Aku berkata kepada mereka
(dua sahabatku),“ anda telah
membuatku berkeliling
sepanjang malam. Ceritakan
padaku semua yang telah
kulihat.” Mereka berkata,
“baiklah. Orang yang kau lihat
dirobek pipinya, dahulunya
seorang pembohong dan
selalu mengatakan
kebohongan. Atas perintahnya
orang-orang akan
menyebarkan kebohongannya
ke seluruh dunia. Maka ia
akan dihukum seperti itu di
hari kiamat. Orang yang kau
lihat kepalanya dihancurkan
adalah orang yang telah diberi
Allah pengetahuan Al Quran
tetapi ia tidur sepanjang
malam (tidak membacanya)
dan perbuatannya di dunia
tidak didasarkan atasnya;
maka demikianlah
hukumannya di hari kiamat.
Dan orang-orang yang kau
lihat berada di dalam lubang
adalah orang-orang yang
berzina (para pezina). Orang-
orang yang kau lihat di sungai
darah adalah para rentenir
(berhubungan dengan riba).
Dan orang yang kau lihat
duduk di bawah pohon adalah
Ibrahim a.s. anak-anak di
sekelilingnya adalah ruh
orang-orang yang telah
meninggal. Dan orang yang
mengobarkan nyala api
adalah Malik, penjaga pintu
neraka. Adapun rumah
pertama yang kau masuki
adalah rumah orang-orang
beriman pada umumnya.
Sedangkan rumah yang kedua
(yang kau masuki) adalah
rumah para syahid. Aku
adalah Jibril dan ini adalah
Mikail. Angkat kepalamu”.
Aku mengangkat kepalaku
dan melihat sesuatu seperti
awan di atasku. Mereka
berkata,“itulah tempatmu”.
Aku berkata,”izinkan aku
masuk ke tempatku”. Mereka
berkata, “masih terdapat
sebagian usiamu yang belum
digenapkan olehmu. Apabila
telah genap (sisa usia
hidupmu) kau akan masuk ke
tempatmu”.

Pembuat Gambar Akan Diazab, dan Para Malaikat Tidak Masuk Ke Rumah Yang Terdapat Gambar Di Dalamnya

diriwayatkan dari Aisyah ra. :
aku membeli alas duduk
bergambar. pada saat
Rasulullah Saw melihatnya,
nabi Muhammad Saw tetap
berdiri di ambang pintu dan
tidak masuk ke dalam rumah.
aku melihat isyarat
ketidaksenangan pada
wajahnya, maka aku berkata,
"ya Rasulullah! aku bertobat
kepada Allah dan Rasul-Nya.
dosa apa yang telah aku
perbuat?"
Rasulullah Saw bersabda,
"ceritakan tentang alas duduk
ini". aku menjawab, "aku
membelinya untuk tempat
duduk anda". Rasulullah Saw
bersabda, "pembuat gambar
ini akan diazab pada hari
Kiamat. akan dikatakan
kepada mereka, 'beri gambar-
gambar ciptaanmu nyawa'."
Nabi Muhammad Saw
menambahkan, "para
malaikat tidak akan memasuki
sebuah rumah yang terdapat
gambar-gambar di dalamnya".