Tampilkan postingan dengan label ibadah haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibadah haji. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Mei 2011

LARANGAN THAWAF UNTUK WANITA HAID

Diriwayatkan dari Aisyah r.a. :
kami pergi dengan niat
melaksanakan ibadah haji dan
ketika tiba di Sarif (11 km dari
kota Mekkah), aku haid.
Ketika aku sedang menangis,
Rasulullah SAW menemuiku.
Nabi Muhammad Saw.
Bersabda,”apa yang terjadi
denganmu? Apakah kau haid?”
aku menjawab,”ya”. Nabi
Muhammad Saw.
Bersabda,”ini adalah takdir
yang diturunkan Allah kepada
anak-anak perempuan Adam.
Jadi kerjakanlah apa yang
perlu dikerjakan selama Haji
kecuali Thawaf mengelilingi
Ka’bah”, Aisyah
menambahkan,”Rasulullah
SAW berkurban sejumlah sapi
untuk istri-istrinya”

KURBAN SEBELUM SHALAT ID,TIDAK DITERIMA

diriwayatkan (dari Al Bara' bin
Azib) r.a. ; Nabi Muhammad
Saw menyampaikan khutbah
setelah mengerjakan shalat
pada hari raya Nahr dan
berkata," siapa pun yang
mengerjakan shalat seperti
kami dan menyembelih
(kurban) seperti kami maka
nusuk-nya (kurbannya) akan
diterima oleh Allah Swt. Dan
siapa pun yang menyembelih
kurbannya sebelum shalat Id,
maka nusuk-nya tidak
diterima Allah".
Abu Burdah bin Niyar, paman
Al Bara' berkata," ya
Rasulullah ! aku telah
menyembelih dombaku
sebelum shalat Id dan aku
mengira bahwa hari ini adalah
hari makan dan minum dan
(tadinya) aku ingin dombaku
menjadi domba pertama yang
disembelih di rumahku. jadi
aku menyembelihnya dan
makan sebelum mengerjakan
shalat".
Nabi Muhammad Saw
bersabda,"domba yang kamu
sembelih hanyalah daging
(bukan nusuk)"
Abu Burdah berkata," ya
Rasulullah, aku memiliki
kambing betina muda yang
lebih kusayangi daripada dua
dombaku. apakah itu cukup
sebagai nusuk atas namaku?"
Nabi Muhammad Saw
bersabda, "ya, itu cukup
bagimu (sebagai nusuk) tetapi
tidak untuk orang lain setelah
kamu".

MENINGGAL DALAM KEADAAN BERHAJI

Diriwayatkan dari Ibn Abbas
r.a. : ketika seseorang lelaki
tengah berada di Arafah
(beribadah Haji) bersama
Rasulullah saw, ia jatuh dari
kudanya hingga lehernya
patah. Nabi Muhammad Saw
bersabda,“basuhlah ia
dengan air dan sidr dan kafani
ia dengan dua helai kain,
janganlah diberi wewangian
ataupun ditutupi kepalanya
karena ia akan dibangkitkan
kembali di hari kiamat dengan
mengucapkan labbaik.”

BERHAJI ATAS NAMA ORANG TUA DAN LARANGAN SALING MEMANDANG LAWAN JENIS

Diriwayatkan dari Abdullah
bin Abbas ra. : Al Fadhl
(saudara lelakinya)
membonceng di belakang
Rasulullah Saw dan seorang
perempuan dari suku
Khats’am datang, Al Fadhl dan
perempuang itu saling
memandang. Nabi Muhammad
Saw memalingkan wajah Al
Fadhl kearah yang lain.
Perempuan itu berkata,“ya
Rasulullah, ibadah haji
diwajibkan Allah kepada para
hamba-Nya dan ayahku telah
tua dan lemah dan tidak dapat
duduk tegap di atas kudanya,
bolehkah aku melaksanakan
ibadah haji atas namanya?”
Nabi Muhammad Saw
menjawab,“ya, kau
diperbolehkan”. Peristiwa itu
terjadi pada Haji Wada’ (Haji
Penghabisan Nabi Saw).

Minggu, 15 Mei 2011

JIHAD KAUM PEREMPUAN

Diriwayatkan dari Aisyah ra.,
Ummu Al Mu’minin : aku
berkata, “ ya Rasulullah !
menurut pertimbangan kami ,
jihad adalah perbuatan yang
utama. Haruskah kami ikut
berjihad?”. Nabi Muhammad
Saw bersabda, “jangan ! Jihad
terbaik (untuk kaum
perempuan) adalah haji
mabrur”.

BERHAJI ATAS NAMA ORANGTUA DAN LARANGAN SALING MEMANDANG LAWAN JENIS

Diriwayatkan dari Abdullah
bin Abbas ra. : Al Fadhl
(saudara lelakinya)
membonceng di belakang
Rasulullah Saw dan seorang
perempuan dari suku
Khats’am datang, Al Fadhl dan
perempuang itu saling
memandang. Nabi Muhammad
Saw memalingkan wajah Al
Fadhl kearah yang lain.
Perempuan itu berkata,“ya
Rasulullah, ibadah haji
diwajibkan Allah kepada para
hamba-Nya dan ayahku telah
tua dan lemah dan tidak dapat
duduk tegap di atas kudanya,
bolehkah aku melaksanakan
ibadah haji atas namanya?”
Nabi Muhammad Saw
menjawab,“ya, kau
diperbolehkan”. Peristiwa itu
terjadi pada Haji Wada’ (Haji
Penghabisan Nabi Saw).

SYARAT HAJI MABRUR

Diriwayatkan dari Abu
Hurairah ra. : Nabi
Muhammad Saw pernah
bersabda,“siapa pun yang
melaksanakan ibadah haji
semata-mata karena Allah
dan tidak melakukan
hubungan badan dengan
istrinya dan tidak berbuat
dosa (selama melaksanakan
ibadah haji) maka ia akan
kembali seperti orang yang
dilahirkan kembali”