diriwayatkan dari Abu
Hurairah ra. : Nabi
Muhammad Saw pernah
bersabda, "penangguhan
pembayaran utang oleh orang
kaya adalah kezaliman.
karenanya, apabila utangmu
dialihkan darimu kepada
orang kaya, maka kamu harus
menyetujuinya".
Tampilkan postingan dengan label jenazah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jenazah. Tampilkan semua postingan
Minggu, 19 Juni 2011
Pahala memberi makan dan minum makhluk hidup
diriwayatkan dari Abu
Hurairah ra. : Rasulullah Saw
pernah bersabda, "suatu
ketika seorang lelaki yang
melakukan perjalanan sangat
kehausan. ia turun ke sebuah
sumur, lalu minum air dari
situ. pada saat ia keluar dari
tempat itu, ia melihat seekor
anjing menjilati lumpur karena
rasa haus yang menyengat.
laki-laki itu berkata, ' (anjing)
ini sengsara karena persoalan
yang sama denganku'. lalu ia
(turun kembali ke dalam
sumur), mengisi sepatunya
dengan air, menggigitnya
dengan giginya, dan memanjat
dinding sumur, kemudian
memberinya minum dengan
air itu. Allah berterima kasih
atas perbuatan (baiknya) dan
memaafkannya".
orang-orang berkata, "ya
Rasulullah, apakah kami
diberi pahala bila melayani
hewan?"
Nabi Muhammad Saw
menjawab, "ya, melayani
keperluan mahluk hidup
memperoleh pahala".
Hurairah ra. : Rasulullah Saw
pernah bersabda, "suatu
ketika seorang lelaki yang
melakukan perjalanan sangat
kehausan. ia turun ke sebuah
sumur, lalu minum air dari
situ. pada saat ia keluar dari
tempat itu, ia melihat seekor
anjing menjilati lumpur karena
rasa haus yang menyengat.
laki-laki itu berkata, ' (anjing)
ini sengsara karena persoalan
yang sama denganku'. lalu ia
(turun kembali ke dalam
sumur), mengisi sepatunya
dengan air, menggigitnya
dengan giginya, dan memanjat
dinding sumur, kemudian
memberinya minum dengan
air itu. Allah berterima kasih
atas perbuatan (baiknya) dan
memaafkannya".
orang-orang berkata, "ya
Rasulullah, apakah kami
diberi pahala bila melayani
hewan?"
Nabi Muhammad Saw
menjawab, "ya, melayani
keperluan mahluk hidup
memperoleh pahala".
Cara berbicara Nabi
diriwayatkan dari Aisyah ra. :
Nabi Saw selalu berbicara
dengan terang dan jelas
sehingga seandainya
seseorang ingin menghitung
kata-kata yang diucapkannya,
maka ia dapat
menghitungnya.
diriwayatkan dari Aisyah ra. :
"Rasulullah Saw tidak pernah
berbicara cepat dan terburu-
buru atau samar-samar
seperti kalian".
Nabi Saw selalu berbicara
dengan terang dan jelas
sehingga seandainya
seseorang ingin menghitung
kata-kata yang diucapkannya,
maka ia dapat
menghitungnya.
diriwayatkan dari Aisyah ra. :
"Rasulullah Saw tidak pernah
berbicara cepat dan terburu-
buru atau samar-samar
seperti kalian".
Meninggal dalam keadaan berhaji
Diriwayatkan dari Ibn Abbas
r.a. : ketika seseorang lelaki
tengah berada di Arafah
(beribadah Haji) bersama
Rasulullah saw, ia jatuh dari
kudanya hingga lehernya
patah. Nabi Muhammad Saw
bersabda,“basuhlah ia
dengan air dan sidr dan kafani
ia dengan dua helai kain,
janganlah diberi wewangian
ataupun ditutupi kepalanya
karena ia akan dibangkitkan
kembali di hari kiamat dengan
mengucapkan labbaik.”
r.a. : ketika seseorang lelaki
tengah berada di Arafah
(beribadah Haji) bersama
Rasulullah saw, ia jatuh dari
kudanya hingga lehernya
patah. Nabi Muhammad Saw
bersabda,“basuhlah ia
dengan air dan sidr dan kafani
ia dengan dua helai kain,
janganlah diberi wewangian
ataupun ditutupi kepalanya
karena ia akan dibangkitkan
kembali di hari kiamat dengan
mengucapkan labbaik.”
Memandikan dan Membasuh Jenazah Dengan Bilangan Ganjil
Diriwayatkan dari Ummu
‘Athiyyah ra. : ketika putrinya
meninggal, Rasulullah Saw
menemui kami dan berkata,
“basuhlah ia tiga atau lima
kali atau lebih dengan air dan
sidr (daun dari pohon bidara)
jika menurut anda diperlukan
kamper atau sesuatu
simpanlah di atasnya setelah
selesai; dan apabila anda
telah selesai beritahu aku”.
Maka ketika telah selesai
(memandikan jenazah putri
Nabi Muhammad Saw) kami
memberitahu Nabi
Muhammad Saw. Dan Nabi
Muhammad Saw menyerahkan
gamis beliau dan mengatakan
kepada kami untuk
menyelubungi (jenazah
putrinya) dengan gamis itu.
‘Athiyyah ra. : ketika putrinya
meninggal, Rasulullah Saw
menemui kami dan berkata,
“basuhlah ia tiga atau lima
kali atau lebih dengan air dan
sidr (daun dari pohon bidara)
jika menurut anda diperlukan
kamper atau sesuatu
simpanlah di atasnya setelah
selesai; dan apabila anda
telah selesai beritahu aku”.
Maka ketika telah selesai
(memandikan jenazah putri
Nabi Muhammad Saw) kami
memberitahu Nabi
Muhammad Saw. Dan Nabi
Muhammad Saw menyerahkan
gamis beliau dan mengatakan
kepada kami untuk
menyelubungi (jenazah
putrinya) dengan gamis itu.
Tidak Menshalatkan Orang Munafik yang Meninggal
Diriwayatkan dari Ibn Umar
ra. : ketika Abdullah bin Ubai
(pemimpin orang-orang
munafik) meninggal, anak
lelakinya menemui Nabi
Muhammad Saw dan berkata,
“ ya Rasulullah ! berikan
pakaian anda untuk
mengkafaninya, shalatlah
untuknya, dan mohon
ampunan Allah untuknya”.
Maka Rasulullah Saw
memberikan pakaiannya
kepada dia dan
berkata,”beritahu aku
(apabila pemakaman telah
siap) sehingga aku mungkin
menshalatkan jenazah nya”.
Maka ia pun memberitahu
Nabi Muhammad Saw dan
ketika Nabi Muhammad Saw
bersiap hendak menshalatkan
(jenazahnya),‘Umar
memegang tangan Nabi
Muhammad Saw dan berkata,
“bukankah Allah telah
melarang anda menshalatkan
orang-orang munafik?” Nabi
Muhammad Saw bersabda, “
aku telah diberikan pilihan
karena Allah berfirman:
Apakah kau memohon ampun
bagi mereka atau tiada
memohon ampun bagi
mereka, dan sekalipun kau
memohon tujuh puluh kali
untuk ampunan mereka, Allah
tidak akan mengampuni
mereka. (QS. At-Taubah [9]:
80)”.
Maka Nabi Muhammad Saw
mengerjakan shalat jenazah
dan pada waktu itu turunlah
wahyu Allah : dan janganlah
kau sekali-kali menshalatkan
seorang pun di antara mereka
(orang-orang munafik) yang
mati (QS. At-Taubah [9]: 84).
ra. : ketika Abdullah bin Ubai
(pemimpin orang-orang
munafik) meninggal, anak
lelakinya menemui Nabi
Muhammad Saw dan berkata,
“ ya Rasulullah ! berikan
pakaian anda untuk
mengkafaninya, shalatlah
untuknya, dan mohon
ampunan Allah untuknya”.
Maka Rasulullah Saw
memberikan pakaiannya
kepada dia dan
berkata,”beritahu aku
(apabila pemakaman telah
siap) sehingga aku mungkin
menshalatkan jenazah nya”.
Maka ia pun memberitahu
Nabi Muhammad Saw dan
ketika Nabi Muhammad Saw
bersiap hendak menshalatkan
(jenazahnya),‘Umar
memegang tangan Nabi
Muhammad Saw dan berkata,
“bukankah Allah telah
melarang anda menshalatkan
orang-orang munafik?” Nabi
Muhammad Saw bersabda, “
aku telah diberikan pilihan
karena Allah berfirman:
Apakah kau memohon ampun
bagi mereka atau tiada
memohon ampun bagi
mereka, dan sekalipun kau
memohon tujuh puluh kali
untuk ampunan mereka, Allah
tidak akan mengampuni
mereka. (QS. At-Taubah [9]:
80)”.
Maka Nabi Muhammad Saw
mengerjakan shalat jenazah
dan pada waktu itu turunlah
wahyu Allah : dan janganlah
kau sekali-kali menshalatkan
seorang pun di antara mereka
(orang-orang munafik) yang
mati (QS. At-Taubah [9]: 84).
Apabila Kain Kafan Tidak Cukup Menutupi
Diriwayatkan dari Khabbab
ra. : kami hijrah bersama Nabi
Muhammad Saw dengan niat
karena Allah, dan
mengharapkan pahala Allah.
Sebagian orang dari kami
meninggal dan mereka tidak
mengambil pahala apapun
dari pahala mereka di dunia,
diantara mereka Mushab bin
Umair, dan sebagian dari kami
sempat mendapatkan
pahalanya di dunia ini.
Mushab bin Umair mati syahid
dalam perang Uhud dan kami
tidak menemukan apa pun
untuk mengkafaninya kecuali
burdah nya. Dan ketika kami
menutupi kepalanya, kakinya
terlihat, begitu pula
sebaliknya. Maka Nabi
Muhammad Saw
memerintahkan kami
menutupi kepalanya dan
meletakkan idzkhir (sejenis
semak belukar) untuk
menutupi kakinya.
ra. : kami hijrah bersama Nabi
Muhammad Saw dengan niat
karena Allah, dan
mengharapkan pahala Allah.
Sebagian orang dari kami
meninggal dan mereka tidak
mengambil pahala apapun
dari pahala mereka di dunia,
diantara mereka Mushab bin
Umair, dan sebagian dari kami
sempat mendapatkan
pahalanya di dunia ini.
Mushab bin Umair mati syahid
dalam perang Uhud dan kami
tidak menemukan apa pun
untuk mengkafaninya kecuali
burdah nya. Dan ketika kami
menutupi kepalanya, kakinya
terlihat, begitu pula
sebaliknya. Maka Nabi
Muhammad Saw
memerintahkan kami
menutupi kepalanya dan
meletakkan idzkhir (sejenis
semak belukar) untuk
menutupi kakinya.
Masa berkabung seorang perempuan
Diriwayatkan dari Ummu
Habibah ra., istri Nabi
Muhammad Saw : aku pernah
mendengar Nabi Muhammad
Saw bersabda,“seorang
perempuan yang percaya
kepada Allah dan hari
kemudian tidak diperbolehkan
berkabung lebih dari tiga hari
atas meninggalnya seseorang,
kecuali terhadap suaminya.
Apabila suaminya meninggal,
ia harus berkabung selama
empat bulan sepuluh hari”.
Habibah ra., istri Nabi
Muhammad Saw : aku pernah
mendengar Nabi Muhammad
Saw bersabda,“seorang
perempuan yang percaya
kepada Allah dan hari
kemudian tidak diperbolehkan
berkabung lebih dari tiga hari
atas meninggalnya seseorang,
kecuali terhadap suaminya.
Apabila suaminya meninggal,
ia harus berkabung selama
empat bulan sepuluh hari”.
Orang Yang Menguburkan Sebaiknya Yang Tidak Berhubungan Badan Pada Malam Sebelumnya
Diriwayatkan dari Anas bin
Malik ra. : kami sedang
berada (pada acara
pemakaman) salah seorang
putri Nabi Muhammad Saw.
Beliau duduk di samping
makam putrinya. Aku melihat
matanya berkaca-kaca. Nabi
Muhammad Saw bersabda,
“adakah salah seorang dari
kalian yang tadi malam tidak
berhubungan badan dengan
istrinya?” Abu Thalhah
menunjuk dirinya. Dan Nabi
Muhammad Saw menyuruh ia
(Abu Thalhah) masuk ke
dalam lubang kubur
(membantu menguburkan
jenazah putrinya). Maka ia
pun masuk ke dalamnya.
Malik ra. : kami sedang
berada (pada acara
pemakaman) salah seorang
putri Nabi Muhammad Saw.
Beliau duduk di samping
makam putrinya. Aku melihat
matanya berkaca-kaca. Nabi
Muhammad Saw bersabda,
“adakah salah seorang dari
kalian yang tadi malam tidak
berhubungan badan dengan
istrinya?” Abu Thalhah
menunjuk dirinya. Dan Nabi
Muhammad Saw menyuruh ia
(Abu Thalhah) masuk ke
dalam lubang kubur
(membantu menguburkan
jenazah putrinya). Maka ia
pun masuk ke dalamnya.
Perihal menangisi orang yang meninggal
Diriwayatkan dari Umar ra. :
Rasulullah Saw bersabda,
“orang yang telah meninggal
diazab karena tangisan
kerabatnya”. Hal ini sampai
kepada Aisyah setelah Umar
meninggal, Aisyah berkata,
“semoga Allah melimpahkan
rahmat-Nya kepada Umar.
Demi Allah, Rasulullah Saw
tidak mengatakan bahwa
orang yang beriman diazab
karena tangisan (disertai
ratapan) kaum kerabatnya”.
Tetapi Nabi Muhammad Saw
bersabda,“Allah akan
menambahkan azab kepada
orang yang tidak beriman
(kafir) karena tangisan
(disertai ratapan)
kerabatnya.” Lebih jauh
Aisyah menambahkan, “Al-
Quran telah cukup untukmu
(menjelaskan masalah ini)
sebagaimana firman Allah:
dan orang yang berdosa tidak
akan memikul dosa orang lain
(QS Al Fathir [35] : 18) dan (QS
Al An’am [6] : 164).
Diriwayatkan dari Aisyah ra. :
suatu ketika Rasulullah Saw
lewat (di depan kuburan)
seorang perempuan yahudi
yang sedang ditangisi
kerabatnya. Nabi Muhammad
Saw bersabda, “mereka
menangis (dengan suara
keras) di atasnya, sedangkan
ia diazab di dalam kuburnya”.
Rasulullah Saw bersabda,
“orang yang telah meninggal
diazab karena tangisan
kerabatnya”. Hal ini sampai
kepada Aisyah setelah Umar
meninggal, Aisyah berkata,
“semoga Allah melimpahkan
rahmat-Nya kepada Umar.
Demi Allah, Rasulullah Saw
tidak mengatakan bahwa
orang yang beriman diazab
karena tangisan (disertai
ratapan) kaum kerabatnya”.
Tetapi Nabi Muhammad Saw
bersabda,“Allah akan
menambahkan azab kepada
orang yang tidak beriman
(kafir) karena tangisan
(disertai ratapan)
kerabatnya.” Lebih jauh
Aisyah menambahkan, “Al-
Quran telah cukup untukmu
(menjelaskan masalah ini)
sebagaimana firman Allah:
dan orang yang berdosa tidak
akan memikul dosa orang lain
(QS Al Fathir [35] : 18) dan (QS
Al An’am [6] : 164).
Diriwayatkan dari Aisyah ra. :
suatu ketika Rasulullah Saw
lewat (di depan kuburan)
seorang perempuan yahudi
yang sedang ditangisi
kerabatnya. Nabi Muhammad
Saw bersabda, “mereka
menangis (dengan suara
keras) di atasnya, sedangkan
ia diazab di dalam kuburnya”.
Berdusta tentang Nabi
Diriwayatkan dari Al Mughirah
ra. : aku pernah mendengar
Nabi Muhammad Saw
bersabda,“ berdusta tentang
aku tidaklah seperti berdusta
tentang orang lain. Siapapun
yang dengan sengaja berdusta
tentang aku, maka tempat
tinggalnya kelak adalah
neraka”. Al Mughirah
menambahkan bahwa ia pun
pernah mendengar Nabi
Muhammad Saw bersabda,
“orang mati yang diratapi,
diazab karena ratapan itu”.
ra. : aku pernah mendengar
Nabi Muhammad Saw
bersabda,“ berdusta tentang
aku tidaklah seperti berdusta
tentang orang lain. Siapapun
yang dengan sengaja berdusta
tentang aku, maka tempat
tinggalnya kelak adalah
neraka”. Al Mughirah
menambahkan bahwa ia pun
pernah mendengar Nabi
Muhammad Saw bersabda,
“orang mati yang diratapi,
diazab karena ratapan itu”.
Meratapi jenazah secara berlebihan
Diriwayatkan dari Abdullah
ra. : Nabi Muhammad Saw
pernah bersabda,“ia yang
menampari pipinya, menangisi
pakaiannya dan memanggil-
manggilnya atau mengikuti
cara dan tradisi jahiliyah,
bukanlah dari kami”
ra. : Nabi Muhammad Saw
pernah bersabda,“ia yang
menampari pipinya, menangisi
pakaiannya dan memanggil-
manggilnya atau mengikuti
cara dan tradisi jahiliyah,
bukanlah dari kami”
Larangan menangisi jenazah secara berlebihan
Diriwayatkan dari Aisyah ra. :
dari celah sebuah pintu aku
melihat Nabi Muhammad Saw
duduk dan tampak sedih
ketika memperoleh kabar
perihal kematian Ibn Haritsah,
Ja’far, dan Ibn Rawahah.
Seorang lelaki menemui Nabi
Muhammad Saw dan bercerita
tentang kaum perempuan dari
keluarga Ja’far yang
menangisi Ja’far. Nabi
Muhammad Saw menyuruhnya
untuk melarang mereka.
Kemudian ia kembali
menemui Nabi Muhammad
Saw dan mengabarkan bahwa
mereka tidak mau
mendengarkannya. Nabi
Muhammad Saw bersabda,
“larang mereka”. Kemudian
datang lagi untuk ketiga
kalinya dan berkata,“ya
Rasulullah! Demi Allah,
mereka tidak mendengarkan
kita semua.”
(Aisyah) menambahkan bahwa
Rasulullah Saw menyuruhnya
untuk kembali dan
memasukkan debu ke dalam
mulut mereka.
dari celah sebuah pintu aku
melihat Nabi Muhammad Saw
duduk dan tampak sedih
ketika memperoleh kabar
perihal kematian Ibn Haritsah,
Ja’far, dan Ibn Rawahah.
Seorang lelaki menemui Nabi
Muhammad Saw dan bercerita
tentang kaum perempuan dari
keluarga Ja’far yang
menangisi Ja’far. Nabi
Muhammad Saw menyuruhnya
untuk melarang mereka.
Kemudian ia kembali
menemui Nabi Muhammad
Saw dan mengabarkan bahwa
mereka tidak mau
mendengarkannya. Nabi
Muhammad Saw bersabda,
“larang mereka”. Kemudian
datang lagi untuk ketiga
kalinya dan berkata,“ya
Rasulullah! Demi Allah,
mereka tidak mendengarkan
kita semua.”
(Aisyah) menambahkan bahwa
Rasulullah Saw menyuruhnya
untuk kembali dan
memasukkan debu ke dalam
mulut mereka.
Keutamaan sabar dalam menghadapi kematian anak
Diriwayatkan dari Anas (bin
Malik) ra. : salah seorang
anak Abu Thalhah sakit dan
meninggal dunia. Pada saat itu
Abu Thalhah sedang tidak
berada di rumahnya. Ketika
istrinya melihat anaknya telah
meninggal, ia mengurusnya
(memandikan dan
mengkafaninya) dan
membaringkannya di sebuah
tempat di rumahnya. Ketika
Abu Thalhah tiba, ia bertanya,
“bagaimana si buyung?”
istrinya menjawab, “ia telah
tenang dan aku berharap ia
menemukan kedamaian”.
(Abu Thalhah) melewatkan
malam itu dan pagi harinya ia
pun mandi. Ketika ia bersiap
untuk pergi, istrinya
memberitahu dia bahwa
anaknya telah meninggal. Abu
Thalhah shalat subuh bersama
Rasulullah Saw dan
memberitahu apa yang terjadi
pada mereka berdua.
Rasulullah Saw bersabda,
“semoga Allah memberi
barakah pada malam kalian
berdua”. (Sufyan berkata)
bahwa seorang lelaki dari
suku Anshar berkata,
“mereka (Abu Thalhah dan
istrinya) dikaruniai sembilan
anak laki-laki dan semuanya
hafal Al Quran”.
Malik) ra. : salah seorang
anak Abu Thalhah sakit dan
meninggal dunia. Pada saat itu
Abu Thalhah sedang tidak
berada di rumahnya. Ketika
istrinya melihat anaknya telah
meninggal, ia mengurusnya
(memandikan dan
mengkafaninya) dan
membaringkannya di sebuah
tempat di rumahnya. Ketika
Abu Thalhah tiba, ia bertanya,
“bagaimana si buyung?”
istrinya menjawab, “ia telah
tenang dan aku berharap ia
menemukan kedamaian”.
(Abu Thalhah) melewatkan
malam itu dan pagi harinya ia
pun mandi. Ketika ia bersiap
untuk pergi, istrinya
memberitahu dia bahwa
anaknya telah meninggal. Abu
Thalhah shalat subuh bersama
Rasulullah Saw dan
memberitahu apa yang terjadi
pada mereka berdua.
Rasulullah Saw bersabda,
“semoga Allah memberi
barakah pada malam kalian
berdua”. (Sufyan berkata)
bahwa seorang lelaki dari
suku Anshar berkata,
“mereka (Abu Thalhah dan
istrinya) dikaruniai sembilan
anak laki-laki dan semuanya
hafal Al Quran”.
Membolehkan Menangis dan Melarang Meratap
Diriayatkan dari Abdullah bin
Umar ra. : Sa’d bin Ubadah
sakit dan Rasulullah Saw
bersama dengan
Abdurrahman bin Auf, Sa’d bin
Abi Waqqash, dan Abdullah
bin Mas’ud mengunjunginya
untuk bertanya perihal sakit
yang dideritanya.
Ketika Nabi Muhammad Saw
bertemu dengannya, ia tengah
dikelilingi anggota
keluarganya. Nabi Muhammad
Saw bertanya, “apakah ia
telah meninggal?” mereka
berkata, “belum, wahai
Rasulullah”. Nabi Muhammad
Saw menangis dan ketika
orang-orang melihat Nabi
Muhammad Saw menangis,
mereka semua menangis.
Nabi Muhammad Saw
bersabda,“maukah kau
mendengarkan? Allah tidaklah
menghukum karena air mata
yang berlinang begitu pula
hati yang berduka. Allah
menghukum karena‘ini’ atau
karena melimpahkan rahmat-
Nya”. Nabi Muhammad Saw
menunjuk lidahnya dan
menambahkan,“orang yang
meninggal diazab karena
ratapan kerabatnya
terhadapnya”.
Umar ra. : Sa’d bin Ubadah
sakit dan Rasulullah Saw
bersama dengan
Abdurrahman bin Auf, Sa’d bin
Abi Waqqash, dan Abdullah
bin Mas’ud mengunjunginya
untuk bertanya perihal sakit
yang dideritanya.
Ketika Nabi Muhammad Saw
bertemu dengannya, ia tengah
dikelilingi anggota
keluarganya. Nabi Muhammad
Saw bertanya, “apakah ia
telah meninggal?” mereka
berkata, “belum, wahai
Rasulullah”. Nabi Muhammad
Saw menangis dan ketika
orang-orang melihat Nabi
Muhammad Saw menangis,
mereka semua menangis.
Nabi Muhammad Saw
bersabda,“maukah kau
mendengarkan? Allah tidaklah
menghukum karena air mata
yang berlinang begitu pula
hati yang berduka. Allah
menghukum karena‘ini’ atau
karena melimpahkan rahmat-
Nya”. Nabi Muhammad Saw
menunjuk lidahnya dan
menambahkan,“orang yang
meninggal diazab karena
ratapan kerabatnya
terhadapnya”.
Berdiri ketika melihat iringan jenazah
Diriwayatkan dari Amir bin
Rabiah ra. : Nabi Muhammad
Saw pernah bersabda,“jika
salah seorang dari kalian
melihat jenazah (diusung
dalam perjalanan ke
pemakaman) dan tidak ikut
mengantar, maka ia harus
berdiri hingga ia
meninggalkannya, atau
berada di belakangnya, atau
hingga keranda itu diturunkan
di hadapannya”.
Diriwayatkan dari Jabir bin
Abdullah ra. : Jenazah ( yang
diusung menuju pemakaman)
lewat dihadapan kami. Nabi
Muhammad Saw berdiri. Kami
berkata,“ya Rasulullah, ini
jenazah orang yahudi”. Nabi
Muhammad Saw bersabda,
“kapanpun kalian melihat
jenazah (yang diusung ke
pemakaman), berdirilah”.
(Diriwayatkan dari Sa’id al
Maqburi bahwa ayahnya
berkata : ketika kami
mengikuti acara pemakaman).
Abu Hurairah ra.
Menggenggam tangan
Marwan dan mereka duduk di
depan keranda yang telah
diletakkan. Kemudian Abu
Sa’id datang dan
menggenggam tangan
Marwan seraya berkata,
“Bangunlah. Demi Allah, tiada
keraguan orang ini (Abu
Hurairah) tahu bahwa Nabi
Muhammad Saw melarang
kami melakukannya”. Abu
Hurairah berkata, “yang ia
(Abu Sa’id) katakan benar”.
Rabiah ra. : Nabi Muhammad
Saw pernah bersabda,“jika
salah seorang dari kalian
melihat jenazah (diusung
dalam perjalanan ke
pemakaman) dan tidak ikut
mengantar, maka ia harus
berdiri hingga ia
meninggalkannya, atau
berada di belakangnya, atau
hingga keranda itu diturunkan
di hadapannya”.
Diriwayatkan dari Jabir bin
Abdullah ra. : Jenazah ( yang
diusung menuju pemakaman)
lewat dihadapan kami. Nabi
Muhammad Saw berdiri. Kami
berkata,“ya Rasulullah, ini
jenazah orang yahudi”. Nabi
Muhammad Saw bersabda,
“kapanpun kalian melihat
jenazah (yang diusung ke
pemakaman), berdirilah”.
(Diriwayatkan dari Sa’id al
Maqburi bahwa ayahnya
berkata : ketika kami
mengikuti acara pemakaman).
Abu Hurairah ra.
Menggenggam tangan
Marwan dan mereka duduk di
depan keranda yang telah
diletakkan. Kemudian Abu
Sa’id datang dan
menggenggam tangan
Marwan seraya berkata,
“Bangunlah. Demi Allah, tiada
keraguan orang ini (Abu
Hurairah) tahu bahwa Nabi
Muhammad Saw melarang
kami melakukannya”. Abu
Hurairah berkata, “yang ia
(Abu Sa’id) katakan benar”.
Perkataan jenazah yang akan diusung
Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al
Khudri r.a. : Rasulullah Saw
pernah bersabda,“ketika
jenazah telah siap dan para
pria mengusungnya di atas
bahunya, jenazah orang saleh
akan berkata,‘cepatlah’.
Tetapi jenazah orang yang
tidak saleh akan berkata,
‘duhai ! kemana kalian akan
membawaku?’. Suaranya
terdengar oleh semua alam,
kecuali manusia. Dan apabila
manusia (dapat
mendengarnya) ia akan jatuh
pingsan”.
Khudri r.a. : Rasulullah Saw
pernah bersabda,“ketika
jenazah telah siap dan para
pria mengusungnya di atas
bahunya, jenazah orang saleh
akan berkata,‘cepatlah’.
Tetapi jenazah orang yang
tidak saleh akan berkata,
‘duhai ! kemana kalian akan
membawaku?’. Suaranya
terdengar oleh semua alam,
kecuali manusia. Dan apabila
manusia (dapat
mendengarnya) ia akan jatuh
pingsan”.
Bersegera membawa jenazah
Diriwayatkan dari Abu
Hurairah ra. : Nabi
Muhammad Saw pernah
bersabda,“bersegeralah
dengan jenazah karena
apabila ia seorang yang saleh,
kau membawanya ke sesuatu
yang baik. Dan apabila
sebaliknya (bukan seorang
yang saleh), kau meletakkan
keburukan di atas lehermu.”
Hurairah ra. : Nabi
Muhammad Saw pernah
bersabda,“bersegeralah
dengan jenazah karena
apabila ia seorang yang saleh,
kau membawanya ke sesuatu
yang baik. Dan apabila
sebaliknya (bukan seorang
yang saleh), kau meletakkan
keburukan di atas lehermu.”
Keutamaan mengantar jenazah
(Diriwayatkan dari Nafi’) : Ibn
Umar ra. Diberitahu bahwa
Abu Hurairah berkata,
“siapapun yang mengantar
jenazah (ke tempat
pemakaman) akan
memperoleh pahala sebuah
qirath”. Ibn Umar berkata,
“Abu Hurairah membicarakan
pahala yang sangat besar”.
Aisyah menyokong hadits Abu
Hurairah dan berkata,“aku
pernah mendengar Rasulullah
Saw mengatakan hal itu”. Ibn
Umar berkata, “kami
kehilangan qirath yang sangat
besar”.
Umar ra. Diberitahu bahwa
Abu Hurairah berkata,
“siapapun yang mengantar
jenazah (ke tempat
pemakaman) akan
memperoleh pahala sebuah
qirath”. Ibn Umar berkata,
“Abu Hurairah membicarakan
pahala yang sangat besar”.
Aisyah menyokong hadits Abu
Hurairah dan berkata,“aku
pernah mendengar Rasulullah
Saw mengatakan hal itu”. Ibn
Umar berkata, “kami
kehilangan qirath yang sangat
besar”.
Sabtu, 18 Juni 2011
Jenazah yang mati syahid
Diriwayatkan dari Jabir bin
Abdullah ra. : bahwa Nabi
Muhammad Saw
mengumpulkan setiap dua
orang yang mati syahid dalam
perang Uhud di dalam
selembar kain, kemudian
bertanya,“siapa di antara
mereka yang lebih
mengetahui tentang Al
Quran?” ketika salah seorang
dari mereka ditunjukkan, Nabi
Muhammad Saw memasukkan
orang itu terlebih dahulu ke
dalam kubur dan berkata,
“aku akan bersaksi untuk
mereka di hari kiamat”. Nabi
Muhammad Saw
memerintahkan untuk
mengubur mereka tanpa
membersihkan darah mereka
lebih dahulu dan Nabi
Muhammad Saw tidak
memandikan maupun
menshalatkan mereka.
Abdullah ra. : bahwa Nabi
Muhammad Saw
mengumpulkan setiap dua
orang yang mati syahid dalam
perang Uhud di dalam
selembar kain, kemudian
bertanya,“siapa di antara
mereka yang lebih
mengetahui tentang Al
Quran?” ketika salah seorang
dari mereka ditunjukkan, Nabi
Muhammad Saw memasukkan
orang itu terlebih dahulu ke
dalam kubur dan berkata,
“aku akan bersaksi untuk
mereka di hari kiamat”. Nabi
Muhammad Saw
memerintahkan untuk
mengubur mereka tanpa
membersihkan darah mereka
lebih dahulu dan Nabi
Muhammad Saw tidak
memandikan maupun
menshalatkan mereka.
Langganan:
Komentar (Atom)