Diriwayatkan dari Al Bara
r.a. : ketika Nabi Muhammad
Saw. Datang ke Madinah,
pada awalnya dia tinggal
bersama kakek kakeknya atau
paman paman dari ibunya dari
pihak Anshar.
Selama enam belas atau tujuh
belas bulan Nabi Muhammad
Saw. Mendirikan shalat
dengan menghadapkan
wajahnya ke arah Bayt Al
Maqdis (Yerusalem), beliau
sebenarnya ingin shalat
menghadap ke arah Ka’bah,
kemudian turunlah wahyu
yang memerintahkan ia
menghadapkan wajahnya ke
arah Ka’bah. Shalat asar yang
dilakukan berjamaah adalah
shalat pertama Rasulullah
SAW ke arah Ka’bah. Salah
seorang yang ikut shalat asar
berjamaah bersama
Rasulullah SAW kemudian
pergi ke sebuah masjid tempat
orang-orang tengah
melaksanakan shalat dengan
menghadapkan wajahnya ke
arah Yerusalem.
Lalu orang itu memberitahu
mereka.”demi Allah SWT, aku
bersumpah bahwa aku telah
melaksanakan shalat bersama
Rasulullah SAW dengan
menghadapkan wajah ke arah
Ka’bah.” (mendengar hal itu)
mereka segera mengubah
arah kiblat mereka.
Orang-orang yahudi dan ahli
kitab yang pada mulanya
merasa senang karena kiblat
shalat Rasulullah SAW adalah
Yerusalem kecewa ketika
Rasulullah SAW mengubah
kiblat shalatnya ke arah
Ka’bah.
Tampilkan postingan dengan label ibadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibadah. Tampilkan semua postingan
Minggu, 15 Mei 2011
BERIBADAH SECARA TETAP LEBIH DISUKAI
Diriwayatkan dari Aisyah r.a. :
ketika saya sedang duduk
bersama seorang perempuan,
Nabi Muhammad Saw. Datang
dan bertanya kepadaku,”siapa
dia?” aku jawab,”si fulanah”
dan aku ceritakan pada Nabi
Muhammad Saw. Bahwa dia
beribadah dengan berlebihan.
Nabi Muhammad Saw.
Bersabda dengan
memperlihatkan
ketidaksetujuannya,”perbuatan
baik yang dilakukan secara
berlebihan tidak akan
membuat Allah lelah (untuk
memberikan pahala) namun
engkau yang akan lelah dan al
–din (perbuatan baik – ibadah
yang paling dicintai Allah
SWT) adalah yang dikerjakan
secara tetap.
ketika saya sedang duduk
bersama seorang perempuan,
Nabi Muhammad Saw. Datang
dan bertanya kepadaku,”siapa
dia?” aku jawab,”si fulanah”
dan aku ceritakan pada Nabi
Muhammad Saw. Bahwa dia
beribadah dengan berlebihan.
Nabi Muhammad Saw.
Bersabda dengan
memperlihatkan
ketidaksetujuannya,”perbuatan
baik yang dilakukan secara
berlebihan tidak akan
membuat Allah lelah (untuk
memberikan pahala) namun
engkau yang akan lelah dan al
–din (perbuatan baik – ibadah
yang paling dicintai Allah
SWT) adalah yang dikerjakan
secara tetap.
TANGGAL MALAM AL QODR
Diriwayatkan dari Ubadah bin
Al Shamit r.a. : Rasulullah
SAW pergi menemui para
sahabatnya untuk
memberitahukan (tanggal)
malam Al Qodr tetapi di
tempat itu terjadi perselisihan
antara dua orang muslim.
Nabi Muhammad Saw.
Bersabda,”aku kemari untuk
memberitahukan kepada
kalian tanggal (malam Al
Qodr) tetapi si fulan dan si
fulan berselisih, pengetahuan
tentang itu pun raib (aku lupa
tanggal itu) dan barangkali
hal itu lebih baik bagimu.
Carilah pada tanggal ke-7,
ke-9, atau ke-5 (pada sepuluh
malam terakhir bulan
Ramadhan)”.
Al Shamit r.a. : Rasulullah
SAW pergi menemui para
sahabatnya untuk
memberitahukan (tanggal)
malam Al Qodr tetapi di
tempat itu terjadi perselisihan
antara dua orang muslim.
Nabi Muhammad Saw.
Bersabda,”aku kemari untuk
memberitahukan kepada
kalian tanggal (malam Al
Qodr) tetapi si fulan dan si
fulan berselisih, pengetahuan
tentang itu pun raib (aku lupa
tanggal itu) dan barangkali
hal itu lebih baik bagimu.
Carilah pada tanggal ke-7,
ke-9, atau ke-5 (pada sepuluh
malam terakhir bulan
Ramadhan)”.
Sabtu, 14 Mei 2011
KURBAN SEBELUM SHALAT ID, TIDAK DITERIMA
diriwayatkan (dari Al Bara' bin
Azib) r.a. ; Nabi Muhammad
Saw menyampaikan khutbah
setelah mengerjakan shalat
pada hari raya Nahr dan
berkata," siapa pun yang
mengerjakan shalat seperti
kami dan menyembelih
(kurban) seperti kami maka
nusuk-nya (kurbannya) akan
diterima oleh Allah Swt. Dan
siapa pun yang menyembelih
kurbannya sebelum shalat Id,
maka nusuk-nya tidak
diterima Allah".
Abu Burdah bin Niyar, paman
Al Bara' berkata," ya
Rasulullah ! aku telah
menyembelih dombaku
sebelum shalat Id dan aku
mengira bahwa hari ini adalah
hari makan dan minum dan
(tadinya) aku ingin dombaku
menjadi domba pertama yang
disembelih di rumahku. jadi
aku menyembelihnya dan
makan sebelum mengerjakan
shalat".
Nabi Muhammad Saw
bersabda,"domba yang kamu
sembelih hanyalah daging
(bukan nusuk)"
Abu Burdah berkata," ya
Rasulullah, aku memiliki
kambing betina muda yang
lebih kusayangi daripada dua
dombaku. apakah itu cukup
sebagai nusuk atas namaku?"
Nabi Muhammad Saw
bersabda, "ya, itu cukup
bagimu (sebagai nusuk) tetapi
tidak untuk orang lain setelah
kamu".
Azib) r.a. ; Nabi Muhammad
Saw menyampaikan khutbah
setelah mengerjakan shalat
pada hari raya Nahr dan
berkata," siapa pun yang
mengerjakan shalat seperti
kami dan menyembelih
(kurban) seperti kami maka
nusuk-nya (kurbannya) akan
diterima oleh Allah Swt. Dan
siapa pun yang menyembelih
kurbannya sebelum shalat Id,
maka nusuk-nya tidak
diterima Allah".
Abu Burdah bin Niyar, paman
Al Bara' berkata," ya
Rasulullah ! aku telah
menyembelih dombaku
sebelum shalat Id dan aku
mengira bahwa hari ini adalah
hari makan dan minum dan
(tadinya) aku ingin dombaku
menjadi domba pertama yang
disembelih di rumahku. jadi
aku menyembelihnya dan
makan sebelum mengerjakan
shalat".
Nabi Muhammad Saw
bersabda,"domba yang kamu
sembelih hanyalah daging
(bukan nusuk)"
Abu Burdah berkata," ya
Rasulullah, aku memiliki
kambing betina muda yang
lebih kusayangi daripada dua
dombaku. apakah itu cukup
sebagai nusuk atas namaku?"
Nabi Muhammad Saw
bersabda, "ya, itu cukup
bagimu (sebagai nusuk) tetapi
tidak untuk orang lain setelah
kamu".
AMALAN SURGA
Diriwayatkan dari Abu
Hurairah : seorang Arab Badui
menemui Nabi Muhammad
Saw dan berkata,“katakan
kepadaku sebuah jenis
perbuatan (amal) yang
apabila ku kerjakan akan
membawaku ke surga”. Nabi
Muhammad Saw bersabda,
“beribadahlah kepada Allah
dan tidak mempersekutukan-
Nya dengan apa pun,
mengerjakan shalat,
membayar zakat yang
diwajibkan (mafrudhah),
puasa di bulan Ramadhan”.
Orang badui itu berkata,
“demi Dia yang menggenggam
hidupku, aku tidak akan
mengerjakan lebih dari ini”.
Ketika orang badui itu telah
pergi, Nabi Muhammad Saw
bersabda,“siapa pun yang
ingin melihat penghuni surga,
maka lihatlah orang itu”.
Hurairah : seorang Arab Badui
menemui Nabi Muhammad
Saw dan berkata,“katakan
kepadaku sebuah jenis
perbuatan (amal) yang
apabila ku kerjakan akan
membawaku ke surga”. Nabi
Muhammad Saw bersabda,
“beribadahlah kepada Allah
dan tidak mempersekutukan-
Nya dengan apa pun,
mengerjakan shalat,
membayar zakat yang
diwajibkan (mafrudhah),
puasa di bulan Ramadhan”.
Orang badui itu berkata,
“demi Dia yang menggenggam
hidupku, aku tidak akan
mengerjakan lebih dari ini”.
Ketika orang badui itu telah
pergi, Nabi Muhammad Saw
bersabda,“siapa pun yang
ingin melihat penghuni surga,
maka lihatlah orang itu”.
AMAL IBADAH YANG PALING DICINTAI ALLAH
Diriwayatkan dari Abu
Hurairah ra : Rasulullah Saw
pernah bersabda,“perbuatan
yang engkau lakukan tidak
akan menyelamatkan engkau
dari api neraka”, mereka
berkata, “bahkan engkau
sendiri ya Rasulullah?” Nabi
Muhammad Saw bersabda,
“bahkan aku sendiri, kecuali
Allah melindungiku dengan
kasih dan rahmatNya. Oleh
karena itu lakukanlah
perbuatan baik sepatut
mungkin, setulus mungkin,
sedapat mungkin dan
beribadahlah kepada Allah
pada pagi dan sore hari, pada
sebagian dari malam hari dan
bersikaplah al-qashd
(mengambil pertengahan dan
melaksanakannnya secara
tetap) karena dengan cara
itulah kamu akan mencapai
(surga)”.
Diriwayatkan dari Aisyah ra :
seseorang bertanya kepada
Nabi Muhammad Saw,
“apakah amal (ibadah) yang
paling dicintai Allah?” Nabi
Muhammad Saw bersabda,”
amal (ibadah) yang dilakukan
secara tetap meskipun
sedikit”
Hurairah ra : Rasulullah Saw
pernah bersabda,“perbuatan
yang engkau lakukan tidak
akan menyelamatkan engkau
dari api neraka”, mereka
berkata, “bahkan engkau
sendiri ya Rasulullah?” Nabi
Muhammad Saw bersabda,
“bahkan aku sendiri, kecuali
Allah melindungiku dengan
kasih dan rahmatNya. Oleh
karena itu lakukanlah
perbuatan baik sepatut
mungkin, setulus mungkin,
sedapat mungkin dan
beribadahlah kepada Allah
pada pagi dan sore hari, pada
sebagian dari malam hari dan
bersikaplah al-qashd
(mengambil pertengahan dan
melaksanakannnya secara
tetap) karena dengan cara
itulah kamu akan mencapai
(surga)”.
Diriwayatkan dari Aisyah ra :
seseorang bertanya kepada
Nabi Muhammad Saw,
“apakah amal (ibadah) yang
paling dicintai Allah?” Nabi
Muhammad Saw bersabda,”
amal (ibadah) yang dilakukan
secara tetap meskipun
sedikit”
Langganan:
Komentar (Atom)